Saat nya Bangkit di Hari Sumpah Pemuda yang Diperingati Tiap Tgl 28 Oktober Tiap Tahunnya

Di Tahun 2020 ini Saatnya Bangkit Dengan Semangat Juang Sumpah pemuda

450_4125a609634a9437ceeca2406a67bfa2.jpg

Setelah berjibaku dengan pandemi corona atau covid-19 ekonomi luluh lantak , banyak pengangguran karen semua aktifitas di batasi hanya di rumah saja sehingga dampak secara ekonomi begitus menurun drastis
 
Dengan momentum sumpah pemuda tgl 28 oktober 2020 saatnya bangsa indonesia bangkit dan mulai menata perekonomian dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi kebaikan kita bersama
 
Dalam semangat sumpah pemuda ada hal yang terkandung sangat dalam di dalamnya sehingga paktor penting saat indonesia mulai bersatu dan bangkit melawan penjajahan di indonesia
 

Nah ini dia Isi Sumpah Pemuda yang Perlu Semua Orang Indonesia Ketahui dan Amalkan dalam semangat juang berbangsa dan bernegara :

  1. Pertama : Kami Putra Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu Tanah Air Indonesia
  2. Kedua    : Kami Putra Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Yang Satu Bangsa Indonesia
  3. Ketiga    : Kami Putra Putri Indonesia Menjungjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
Dalam naskah sumpah pemuda terdapat makna yang mendalam yang menjadi tonggak sejarah bersatunya pemuda indonesia
 

Sejarah Kongres Pemuda 1 Pada Tgl 30 April- 2 Mei 1926 di Batavia 

Sebelum tercetusnya hasil kongres sumpah pemuda ternyata para pemuda pemudi indonesia terlebih dahulu melakukan kongres pemuda pertama di batavia ( jakarta saat ini )
 
Kongres ini dinamakan Kongres Kerapatan Besar Pemuda yang di hadiri perwakilan dari JONG JAVA, JONG SUMATRANEN BOND, JONG AMBON, SEKAR RUKUN, JONG ISLAMIETEN BOND, STUDERENDEN MINAHASAERS, dan banyak lagi
 
Dipimpin oleh muhamad tabrani dengan latar belakang berkeinginan ingin mempersatukan dan membina berbagai perkumpulan atau organisasi kepemudaan yang ada di indonesia  dengan membentuk sebuah sentral organisasi
 
Kongres dengan nama resmi Het eerste Indonesische Jeugd-congres mengusung beberapa pokok bahasan, seperti cita-cita kesatuan, kedudukan perempuan, bahasa, dan agama.
 
Dalam kongres itu menghasilkan sejumlah rumusan seperti berikut:
  • Mengusulkan agar semua perkumpulan pemuda bersatu dalam organisasi pemuda Indonesia
  • Mengakui dan menerima cita-cita untuk mewujudkan persatuan Indonesia (meskipun dalam hal ini masih belum jelas).
  • Adanya upaya untuk menghilangkan pandangan adat, sifat kedaerahan yang kolot, dan sebagainya.
  • Mempersiapkan penyelengaraan Kongres Pemuda II
 
 
Meskipun telah menghasilkan sejumlah rumusan, Kongres Pemuda I masih dirasa kurang memuaskan karena masih adanya perbedaan pandangan.
 
Pertemuan antar-organisasi pemuda ini lalu dilanjutkan di Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928.
 
Kongres Pemuda II yang dilangsungkan selama dua hari pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Batavia. Hari pertama, kongres menempati Gedung Katholikee Jongelingen Bond atau Gedung Pemuda Katolik. Sedangkan, hari kedua diadakan di Gedung Oost Java (sekarang di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat).
 

Sejarah Kongres Pemuda II Pada Tgl 27-28 Oktober 1928 di Batavia ( Jakarta saat ini )

Kongres pemuda kedua ini untuk mendapatkan hasil bersama yang terkenal hingga saat ini 
 
Dimana kongres yang dipimpin oleh :
 
Kongres mengambil keputusan sebagai berikut "Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia yang diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda yang berdasarkan kebangsaan dengan nama, Jong Java, Jong Sumatera Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, dan PPPI membuka rapat pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Dalam rapat itu lalu mengambil keputusan tentang isi kongres pemuda
 
Kongres Pemuda II yang menjadi cikal bakal Sumpah Pemuda diikuti oleh peserta yang jumlahnya mencapai 700 orang dari berbagai suku di Indonesia.
 
Para peserta Kongres Pemuda II berasal dari berbagai organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, di antaranya Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), dan Pemuda Kaum Betawi.
 
Namun dari sekian banyak peserta, tercatat hanya ada 6 pemudi yang ikut serta dalam peristiwa bersejarah ini.
 
Dilansir Grid.ID dari Bobo. grid.id, mereka di antaranya Dien Patow, Emma Poeradiredjo, Jo Tumbuan, Nona Tumbel, Poernamawoelan, dan Siti Sundari.
 
Awalnya tak disebut sebagai Sumpah Pemuda 
 
Dilansir dari laman Tribun Manado, ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan dalam Kongres Pemuda II dirumuskan oleh Mohammad Yamin.
 
Pada kongres tersebut, Yamin bertugas sebagai sekretaris sekaligus perumus tunggal dari naskah Sumpah Pemuda.
 
Akan tetapi pada waktu itu, baik peristiwa maupun rumusan ikrar tersebut tak memiliki sebutan atau judul tertentu seperti yang kita kenal sekarang.
 
Penyebutan istilah Sumpah Pemuda baru diberlakukan resmi sejak tahun 1959 dengan dikeluarkannya Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang menetapkan Hari Sumpah Pemuda sebagai Hari Nasional.  
 
 
 
Posted in All Topics on October 26 2020 at 08:11 PM

Comments (0)

No login